Dua
aktivis Jepang dikabarkan mengunjungi pulau yang menjadi sengketa
Jepang dengan China. Sontak tindakan ini membuat hubungan kedua negara
kembali memanas tepat di hari peringatan pendudukan Jepang atas China.
Meningkatnya
aksi demo anti-Jepang di China bahkan berdampak dalam hubungan
perekonomian kedua negara, setelah sejumlah perusahaan besar Jepang
memilih menutup kantornya.
Menurut The News, Rabu
(19/9/2012) China bereaksi cepat atas kunjungan dua aktivis Jepang itu.
Beijing menyebut kedatangan dua aktivis Jepang itu provokatif, dan akan
mengambil tindakan atas hal tersebut.
Sementara
itu pihak Jepang mengklaim tiga kapal China kembali memasuki wilayah
sengketa dan menimbulkan ketegangan lebih lanjut. Sebelumnya tujuh kapal
China diketahui juga memasuki wilayah sengketa tersebut sebelum
akhirnya meninggalkan wilayah itu saat larut malam.
Masuknya
kapal-kapal China ke wilayah sengketa ini merupakan insiden kedua dalam
beberapa hari terakhir, setelah sebelumnya akhir pekan lalu enam kapal
China juga sempat memasuki wilayah tersebut.
Di
tengah ketegangan kedua negara, PM Jepang Yoshihiko Noda mendesak
otoritas China untuk melindungi warga negara. Kekhwatiran terkait
kondisi keamanan warga Jepang yang berada di China meningkat setelah
muncul laporan dugaan kekerasan terhadap mereka.
Tidak
hanya menjadikan Kedutaan Besar Jepang sebagai sasaran demonstrasi,
namun para pengunjuk rasa ini juga mengincar sejumlah perusahaan besar
milik Jepang sebut saja seperti Toyota Motor Corp, Honda Motor Corp dan
Nissan Motor Corp. Beberapa dari perusahaan ini bahkan terpaksa berhenti
beroperasi meski Nissan Motor Corp mengatakan akan segera kembali
beroperasi.
Hubungan
China-Jepang sejak lama telah terganggu oleh sejarah kelam kedua negara
setelah agresi militer Jepang atas China pada tahun 1930-an dan
1940-an. Hubungan kedua negara selama ini juga dibayang-bayangi oleh
persaingan sumber daya alam dan sengketa wilayah.
Dua
negara pemilik ekonomi terbesar di Asia ini memiliki sejarah yang
saling bertentangan terkait dengan wilayah sengketa yang oleh Jepang
disebut Senkaku sementara China menyebutnya sebagai Diaoyu.
Selama
empat dekade Jepang diketahui telah mengelola pulau-pulau tersebut.
Menurut Negeri Sakura ini, satu-satunya yang mendasari klaim Beijing
atas pulau-pulau tersebut terjadi setelah ditemukannya kandungan sumber
daya alam yang tinggi di wilayah itu.
Referensi : http://arena-berita-dunia.blogspot.com/2012/09/2-aktivis-jepang-kunjungi-pulau.html
Home »
World News
» 2 Aktivis Jepang Kunjungi Pulau Sengketa, Jepang - China Kembali Memanas
2 Aktivis Jepang Kunjungi Pulau Sengketa, Jepang - China Kembali Memanas
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar