Pemimpin Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah muncul di depan ribuan demonstran di Kota Beirut, Lebanon, yang memprotes film SARA Innocent of Muslims. Nasrallah mengatakan, Amerika Serikat (AS) akan menerima konsekuensi besar bila film itu disiarkan.
Kemunculan
Nasrallah di publik merupakan hal yang sangat langka, karena selama
ini, Nasrallah kerap mendapat ancaman mati. Namun saat ini, Nasrallah
terlihat ikut dalam demonstrasi menentang film SARA tersebut. Nasrallah
dan pendukungnya menentang penyiaran film itu secara utuh.
"Mereka
memfitnah kesucian Nabi, memfitnah keimanan dan moralnya, mereka
memfitnah kitab suci Al Qur'an. Amerika harus melarang distribusi film
itu," ujar Nasrallah, seperti dikutip ABC, Selasa (18/9/2012).
Nasrallah
mengingatkan, kemarahan warga terhadap film itu bukanlah kemarahan yang
bersifat sementara. Nasrallah pun mendesak komunitas internasional
untuk mengkriminalisasikan segala bentuk tindakan yang menghina Islam.
"Amerika
yang menjunjung kebebasan berekspresi, harus mengerti bahwa mereka akan
menerima konsekuensi besar bila film itu disiarkan," tegasnya.
Protes
yang digelar Hizbullah, muncul di saat kantor-kantor misi diplomatik AS
di Timur Tengah diserang. Presiden AS Barack Obama juga mengecam
munculnya cuplikan film itu di situs Youtube, namun Obama menegaskan
kembali bahwa negaranya tidak akan melarang kebebasan bersuara.
Menurut
laporan, protes yang terjadi di Kota Beirut Lebanon menjadi protes
anti-Innocent of Muslims terbesar. Protes itu dilakukan dengan damai dan
para demonstran juga tidak mendekati kantor Kedubes AS.
Home »
World News
» Jika "Innocent Of Muslims" Tetap Disiarkan, AS Siap Terima Konsekuensi
Jika "Innocent Of Muslims" Tetap Disiarkan, AS Siap Terima Konsekuensi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar